Text
Anugerah Dibalik Sebuah Wabah Sejarah Epidemi Lepra di Tanah Karo
Buku Anugerah Dibalik Sebuah Wabah Sejarah Epidemi Lepra di Tanah Karo\\r\\nBuku ini merupakan hasil penelitian sejarah sosial lokal dengan tema wabah lepra (Kusta) di Dataran Tinggi Tanah Karo. Buku ini mengkaji dan membahas tentang upaya penanggulangan wabah lepra terhadap perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat Karo di Dataran Tinggi Tanah Karo.\\r\\nPembahasan tersebut akan disajikan dalam buku ini melalui beberapa pertanyaan pokok berikut ini: Faktor-faktor apakah yang menyebabkan wabah lepra berkembang dan menjadi endemik di Dataran Tinggi Tanah Karo? Bagaimana dampak dan pengaruh yang ditimbulkan wabah lepra terhadap para penderita dan masyarakat? Bagaimana upaya penanggulangan wabah lepra yang dilakukan oleh Pemerintah Kolonial? Bagaimana pula perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat di Lau Simomo serta bagaimana jenis dan bentuk kearifan lokal yang dilakukan masyarakat setempat dalam mengurangi risiko wabah penyakit?\\r\\nCakupan wilayah dalam buku ini terfokus pada Dataran Tinggi Tanah Karo di Keresidenan Sumatera Timur bagian Utara (masa kolonial) dan sekarang menjadi bagian dari Provinsi Sumatera Utara. Secara Ekologis Tanah Karo terbagi atas dua bagian, yaitu; dataran rendah yang disebut Karo Dusun dan dataran tinggi (Hooghflahkte) yang disebut daerah pegunungan/perbukitan.\\r\\nDaerah Karo Dusun dihuni oleh berbagai suku, seperti Melayu dan berbagai sub etnis dari suku Batak, baik itu Batak Karo, Batak Toba maupun Batak Pakpak sedangkan seluruh penduduk dataran tinggi Tanah Karo adalah merupakan suku Batak Karo.1\\r\\nDi dataran tinggi Tanah Karo ini, wabah lepra berkembang luas sehingga mayoritas para pasien yang berobat dan di rawat di Pemukiman dan Rumah Sakit Lepra Lau Simomo umumnya berasal dari daerah tersebut.\\r\\nDAFTAR ISI\\r\\nUNGKAPAN TERIMAKASIH vi\\r\\nPENGANTAR xi\\r\\nA. Tentang Buku Ini xi\\r\\nB. Historiografi dan Konseptualisasi xvii\\r\\nDAFTAR ISI xix\\r\\nDAFTAR GAMBAR xxii\\r\\nDAFTAR PETA xxv\\r\\nDAFTAR ISTILAH\\r\\nDAFTAR SINGKATAN xxvi\\r\\nLAMPIRAN GAMBAR\\r\\nBAB I PROLOG 1\\r\\nA. Geografis dan Demografis Tanah Karo 1\\r\\nB. Pertimbangan Kausa 5\\r\\nC. Asal Usul dan Endemisitas Lepra (Kusta) di Tanah Karo 7\\r\\nBAB II ECOLOGY SOCIAL; PESONA ALAM DAN MANUSIA 14\\r\\nA. Lingkungan Alam (Nature Environment) 16\\r\\nB. Lingkungan Sosial (Social Environment) 17\\r\\nBAB III DITOLAK DAN TERBUANG 38\\r\\nA. Leprophobia dan Penolakan Masyarakat 40\\r\\nB. Diasingkan dan Terbuang (Penghujung Abad ke-19) 38\\r\\nBAB IV RUMAH BARU BAGI PARA PENDERITA LEPRA (KUSTA); UPAYA PENANGGULANGAN OLEH PEMERINTAH KOLONIAL BELANDA (1903-1930an) 55\\r\\nA. Membuka dan Mendirikan Pemukiman Lepra (Kusta) Lau Simomo (1903-1906) 58\\r\\nB. Pengembangan Pelayanan Medis di Pemukiman Lau Simomo (1912-1925) 92\\r\\nC. Pembangunan Pemukiman dan Rumah Sakit Kusta Lau Simomo (1915-1918) 99\\r\\nD. Pembaharuan Pemukiman dan Rumah Sakit Kusta Lau Simomo (1918 1930an) 121\\r\\nBAB V ANUGERAH DIBALIK WABAH; PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT KARO DI LAU SIMOMO (1930an) 133\\r\\nA. Bidang Kepercayaan 135\\r\\nB. Bidang Pendidikan 137\\r\\nC. Bidang Ekonomi 142\\r\\nD. Bidang Kesehatan 145\\r\\nE. Bidang Sosial 145\\r\\nBAB VI KEARIFAN LOKAL; MITIGASI WABAH PENYAKIT PADA MASYARAKAT KARO 151\\r\\nA. Kearifan Lokal sebagai Mitigasi Wabah Lepra pada Periode Kolonial Belanda (Abad 19 dan 20) 152\\r\\nB. Kearifan Lokal Sebagai Mitigasi Wabah Lepra Saat ini (Abad 21) 159\\r\\nC. Fungsi dan Bentuk Kearifan Lokal Masyarakat Karo 169\\r\\nBAB VII KESIMPULAN 173\\r\\nDAFTAR PUSTAKA 176\\r\\nLAMPIRAN 186\\r\\nTENTANG PENULIS 211
No other version available