Text
Kimia dan Bioaktivitas Bunga Kelelawar Mikrotubule
Buku Kimia dan Bioaktivitas Bunga Kelelawar Mikrotubule merupakan target terapi yang sangat baik untuk pengobatan kanker dan telah digunakan secara luas dalam pengobatan klinis sejak lebih dari 40 tahun yang lalu. Beberapa obat antikanker dengan target mikrtotubule meliputi golongan vinca alkaloid yang terdiri dari vinkristin dan vinblastine dan golongan taxane yang terdiri dari paclitaxel, docetaxel dan cabacetaxel. Takalonolida adalah salah satu miktotubule stabilzer yang baru dari tanaman yang dapat mengatasi jenis-jenis resistansi seperti pengeluaran obat akibat efflux pump oleh P-glikoprotein atau MRP7, ekspresi ?III-tubulin, dan mutasi di situs pengikatan obat kelompok taxane (paclitaxel, docetaxel dan cabaxytaxel. Senyawa golongan takalonolida merupakan steroid penstasiklik yang banyak mengandung atom oksigen dan dihasilkan oleh bunga kelelawar genus Tacca. Bunga kelelawar yang umumnya dikenal sebagai genus Tacca, banyak terdapat di daerah Kalimantan, Sumatera, Jawa dan beberapa daerah di bagian Timur Indonesia Indonesia termasuk Pulau Timor NTT dengan speciesnya Tacca leontopolides. Senyawa kimia bunga kelelawar diketahui memiliki aktivitas sitotoksik pada berbagai kultur sel kanker manusia dan diidentifikasi sebagai agen baru dalam menstabilkan mikrotubulus. Buku ini akan membahas secara komprehensif kimia bunga kelelawa termasuk kimia takkalonolida sebagai agen microtubule stabilizer yang baru dan juga senyawa kimia lainnya dari Bunga kelelawar seperti diarylheptanoid dan dihydrokalkon \\r\\n\\r\\nDaftar Isi\\r\\nKATA PENGANTAR - v\\r\\nDAFTAR ISI - vi\\r\\nBAB I PENDAHULUAN - 1\\r\\nBAB II KIMIA BUNGA KELELAWAR - 3\\r\\n2.1 Taccalonolida - 3\\r\\n2.2 Diarylheptanoid dan Glukosida Diarylheptanoid - 24\\r\\n2.3 Glukosida Ergostan - 27\\r\\n2.4 Withanolidan dan Glukosida Withanolida - 30\\r\\n2.5 Glukosida Iaminya - 33\\r\\n2.6 Senyawa retro-dihidrokalkon - 36\\r\\n2.6.1 Evelynin - 36\\r\\n2.6.2 Taccabulin - 40\\r\\nBAB III MODIFIKASI SINTESIS DAN SEMISINTESIS TACCALONOLIDA - 46\\r\\n2.7 Structure Activity Relationship (SAR) dari Senyawa Taccalonolida - 46\\r\\n2.8 Taccalonolida Sebagai Penstabil Mikrotubulus - 53\\r\\n2.9 Identifikasi Epoksidasi Taccalonolida - 57\\r\\n2.10 Efek Seluler Taccalonolida yang Diinduksi Stabilisasi Mikrotubulus - 59\\r\\n2.11 Kemanjuran Antitumor secara In Vivo dari Epoksi-Taccalonolida pada Posisi 22,23 - 60\\r\\n2.12 Konstituen cisn-E pada C20–C23 Memainkan Peran Penting Terkait Potensi Taccalonolida - 62\\r\\n2.13 Kelompok Besar pada C1 yang Memberikan Peningkatan Potensi Signifikan - 63\\r\\n2.14 Adanya Indikasi Kompleks Berkaitan Dengan Pentingnya Gugus Hidroksi C5 Terhadap Potensi - 63\\r\\n2.15 Substituen C5-8 pada Bagian Bawah Cincin B Dapat Memengaruhi Potensi Taccalonolida - 64\\r\\n2.16 Senyawa Taccalonolida sebagai Stabilisator Mikrotubulus yang Dihasilkan Menggunakan Reaksi Semi-Sintesis pada Efek Molekul Acyloxy pada C-7 atau C-15 dan Disubstitusi pada C-7 dan C-25 - 65\\r\\nBAB IV SENYAWA BIOAKTIF LAIN YANG DIISOLASI DARI SPESIES TACCA - 89\\r\\nDAFTAR PUSTAKA - 91\\r\\nBIODATA PENULIS - 99
No other version available