Text
Manajemen Risiko Bencana Longsor
Buku Geologi berjudul Buku Manajemen Risiko Bencana Longsor merupakan karya Ardy Arsyad. Bencana alam tanah longsor merupakan bencana alam yang sering terjadi di Indonesia. Bencana jenis ini menempati urutan ketiga setelah angin puting beliung dan banjir. Tanah longsor merupakan salah satu jenis gerakan massa tanah atau batuan, ataupun pencampuran keduanya, menuruni atau keluar lereng akibat terganggunya kestabilan tanah atau batuan penyusun lereng. Salah satu faktor alam yang paling berpengaruh pada bencana tanah longsor adalah curah hujan. Curah hujan adalah pemicu utama longsor yang sering mengakibatkan kematian dan kerusakan ekonomi yang besar. Selain curah hujan, kemiringan tanah juga berpengaruh terjadinya tanah longsor. Tanah longsor umumnya dapat terjadi pada wilayah berlereng. Makin tinggi kemiringan lahannya akan semakin besar potensi longsornya. Sistem vegetasi merupakan salah satu cara pengendalian tanah longsor. Vegetasi bermanfaat untuk pencegahan longsor pada lahan rawan longsor, karena tanaman akan tumbuh maksimal dan menghasilkan perakaran yang mampu mencengkeram agregat tanah. Untuk mengurangi risiko bencana dari bencana tanah longsor, dapat dilakukan manajemen risiko bencana yang dititikberatkan pada pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, dan kewaspadaan. Salah satu bentuk manajemen bencana yang dapat dilakukan adalah analisis risiko bencana dengan menggunakan perhitungan tingkat ancaman, tingkat kerentanan, dan tingkat kapasitas wilayah. DAFTAR ISI KATA PENGANTAR PENERBIT - v SAMBUTAN - vi DAFTAR ISI - vii DAFTAR GAMBAR - ix DAFTAR TABEL - xvi BAB 1 Sistem Manajemen Risiko Bencana Longsor - 1 1.1. Perubahan Iklim dan Bencana Longsor - 1 1.2. Manajemen Risiko Longsor - 5 1.3. Syarat Kondisi untuk Manajemen Risiko Longsor - 7 1.4. Inventori Lereng dan Longsor - 11 BAB 2 Analisis Kerawanan Longsor - 31 2.1. Rawan Longsor - 31 2.2. Klasifikasi Tingkat Kerawanan Longsor - 32 2.3. Membuat Peta Zona Rawan Longsor - 39 2.4. Membuat Peta Zona Rawan Longsor - 42 BAB 3 Asesmen Bahaya Longsor - 61 3.1. Asesmen Bahaya Longsor - 61 3.2. Asesmen frekuensi kejadian longsor - 62 3.3. Asesmen Bahaya Longsor pada Lereng Galian - 63 3.4. Asesmen Bahaya Longsor pada Timbunan - 70 BAB 4 Asesmen Kuantitatif Risiko Longsor - 74 4.1. Analisis Kuantitatif Risiko Longsor - 75 4.2. Contoh Analisis Dampak Longsor pada Jalan - 77 4.3. Analisis Risiko Longsor Lereng Tanah - 81 4.4. Contoh Asesmen Risiko Longsor Pada Bangunan - 83 4.5. Asesmen Kualitatif Risiko Longsor - 85 BAB 5 Pemetaan Zona Risiko Longsor - 91 5.1. Pemetaan Risiko Longsor - 91 5.2. Peta inventori dan peta bahaya longsor - 95 5.3. Penilaian Kerentanan Longsor - 98 5.4. Peta Infrastruktur Penting - 102 5.5. Peta Keterpaparan Infrastruktur Penting - 104 5.6. Peta Kerentanan Longsor - 105 5.7. Peta Risiko Longsor - 121 BAB 6 Penilaian Kualitatif Risiko Longsor - 124 6.1. Metode Penilaian Risiko - 124 6.2. Metode Qualitative Risk Asesment (QRA) - 126 6.3. Metode klasifikasi Prioritas (NPCS) - 131 6.4. Metode Rockfall Hazard Rating di Amerika Serikat - 172 6.5. Metode Asesmen Risiko Lereng di Malaysia - 178 BAB 7 Pelaksanaan Asesmen Risiko Lereng Infrastruktur Jalan - 184 7.1. Inventarisasi Lereng Jalan - 186 7.2. Inspeksi Lereng Jalan - 205 7.3. Penilaian Tingkat Risiko Lereng Jalan - 207 7.4. Contoh Penilaian Tingkat Risiko Lereng Jalan - 211 BAB 8 Strategi Mitigasi Risiko Longsor - 219 8.1. Mitigasi Risiko Longsor - 219 8.2. Strategi Mitigasi Pasif - 222 8.3. Strategi Mitigasi Aktif - 226 8.4. Pemilihan Risiko Bencana Longsor - 235 DAFTAR PUSTAKA - 243
No other version available