Text
Melihat yang Tak Terlihat: Eksplorasi Geofisika Bawah Permukaan
Buku Geologi berjudul Buku Melihat yang Tak Terlihat: Eksplorasi Geofisika Bawah Permukaan merupakan karya Dwa Desa Warnana, dkk. Eksplorasi geofisika menjadi salah satu cara yang digunakan untuk melihat fenomena-fenomena kebumian secara lebih mendalam. Ada berbagai cara yang dapat diimplementasikan dalam melihat fenomena kebumian yang ada di Indonesia. Implementasi tersebut dapat digunakan untuk mengetahui kondisi bawah permukaan bumi. Buku ini secara keseluruhan memuat eksplorasi geofisika mengenai bencana geologi, geotermal, pengembangan geowisata, dan hidrogeologi. Buku ini diharapkan menjadi salah satu sarana informasi dan sosialisasi terhadap fenomena-fenomena kebumian terutama di wilayah Jawa Timur serta penyelesaian permasalahan yang dihadapi melalui implementasi teknologi geofisika. Selain itu, buku ini bisa menjadi referensi bagi pembelajaran dan rencana penelitian serta menjadi pembuka dan penguatan kerja sama dengan mitra yang relevan. Daftar Isi Kata Pengantar Penerbit - v Kata Sambutan - vi Daftar Isi - vii Daftar Gambar - x Kaldera Bromo : Integrasi Geologi dan Geofisika Untuk Mengungkap Dinamika Aktivitas Gunung - 1 1.1. Struktur Geologi Gunung Bromo - 2 1.2. Gunung Bromo Dalam Sorotan Geofisika - 5 1.2.1. Gunung Bromo Dari Sudut Pandang Geolistrik - 5 1.2.2. Mikrotremor Pada Kaldera Gunung Bromo - 9 1.2.3. Eksplorasi Seismik Bawah Permukaan Gunung Bromo - 10 Gunung Lumpur, Wringinanom : Menyingkap Bawah Permukaan Melalui Penerapan Geofisika - 12 2.1. Dinamika Geologi Gunung Lumpur Wringinanom - 13 2.2. Penerapan Geofisika Pada Gunung Lumpur Wringinanom - 18 2.2.1. Pemanfaatan Gayaberat Satelit Gunung Lumpur Wringinanom - 18 2.2.2. Anomali Magnetik Di Gunung Lumpur Wringinanom - 20 2.2.3. Resistivitas Gunung Lumpur Wringinanom Dengan Vlf (Very Low Frequency) - 22 2.2.4. Integrasi Geolistrik Di Gunung Lumpur Wringinanom - 25 2.2.5. Karakterisasi Seismik Pada Gunung Lumpur Wringinanom - 28 2.2.6. Mikrotremor Dalam Mendeteksi Gunung Lumpur Wringinanom - 30 Kota Surabaya : Pemanfaatan Geofisika Dalam Pemetaan Bawah Permukaan - 34 3.1. Dinamika Geologi Di Kota Surabaya - 35 3.2. Penerapan Ragam Geofisika Di Kota Surabaya - 38 3.2.1. Pengukuran Ketebalan Sedimen Dengan Mikrotremor - 38 3.2.2. Anomali Magnetik Sebagai Indikator Struktur Antiklin - 41 3.2.3. Interpretasi Bawah Permukaan Dengan Gayaberat - 43 3.2.4. Geolistrik 2d Untuk Eksplorasi Dangkal - 45 3.2.5. Kombinasi Seismik Pada Lapisan Bawah Permukaan - 47 Sesar Sumenep : Kolaborasi Geologi Dan Geofisika Untuk Mengungkap Karakteristik Bawah Permukaan - 51 4.1. Jejak Sesar Dalam Lintasan Geologi - 52 4.2. Langkah Geofisika Terhadap Sesar - 58 4.2.1. Magnetotellurik Dalam Identifikasi Heat Source - 59 4.2.2. Pengukuran Lapisan Bawah Permukaan Dengan Gayaberat (Gravity) - 62 4.2.3. Pemetaan Anomali Magnetik Untuk Menilai Batuan Bawah Permukaan - 67 4.2.4. Pemanfaatan Mikrotremor Untuk Kerentanan Tanah - 71 4.2.5. Geolistrik Ves Dalam Persebaran Akuifer Dan Litologi - 76 4.2.6. Penerapan Seismik Untuk Penentuan Lapisan Bawah Tanah - 81 4.2.7. Pemetaan Struktur Panas Bumi Melalui Integrasi Regional - 91 4.2.8. Integrasi Lokal Dalam Menyusun Area Eksplorasi - 93 Gunung Pandan, Bojonegoro : Identifikasi Struktur Geologi Dan Sistem Panas Bumi - 99 5.1. Karakteristik Geologi Gunung Pandan - 100 5.2. Pengukuran Geofisika Di Gunung Pandan - 103 5.2.1. Eksplorasi Panas Bumi Di Kawasan Gunung Pandan - 103 5.2.2. Manifestasi Air Panas Di Kawasan Gunung Pandan - 110 5.2.3. Semburan Lumpur Di Kawasan Breksi Pandan - 114 5.2.4. Jalur Patahan Di Gunung Pandan - 117 5.2.5. Integrasi Regional Pada Kawasan Gunung Pandan - 121
No other version available