Text
Mengenal Sistem Hutan Berawa Buatan (Swampy Forest) Seri Rancangan Implementasi Pada Lahan Pascatambang
Buku Kehutanan yang berjudul Buku Mengenal Sistem Hutan Berawa Buatan (Swampy Forest) Seri Rancangan Implementasi Pada Lahan Pascatambang merupakan karya Ihsan Noor. Buku ini merupakan bagian dari hasil penelitian penanganan limbah cair dari kegiatan pertambangan batubara yang harus dikelola dengan tepat, baik dari segi lingkungan, ekonomi dan hukum. Buku ini berisi informasi dan panduan mengenai mitigasi dan penanganan air asam tambang yang terbentuk dari kegiatan penambangan batubara. Air asam yang muncul di lahan bekas tambang batubara sering kali menjadi ancaman bagi lingkungan sekitar. Salah satu cara mengatasi masalah ini adalah dengan memanfaatkan kekuatan alami dari ekosistem hutan rawa. Melalui kombinasi bahan organik, tanaman rawa, dan pohon lokal, sistem ini mampu menyaring logam berat dan menetralkan keasaman air secara perlahan namun efektif. Upaya ini tidak hanya memperbaiki kualitas air, tetapi juga menghidupkan kembali lahan yang sebelumnya rusak. Tanaman seperti rumput typha dan pohon galam berperan penting dalam proses penyaringan alami, sementara bahan-bahan seperti tandan kosong kelapa sawit mendukung proses pemulihan tanah. Lebih dari sekadar solusi teknis, upaya ini mencerminkan prinsip harmoni antara manusia dan alam. Dengan memanfaatkan potensi lokal dan proses alami, pengelolaan limbah tambang dapat dilakukan dengan cara yang lebih ramah lingkungan, berkelanjutan, dan berbiaya lebih rendah membuka jalan bagi masa depan reklamasi yang lebih hijau dan bertanggung jawab. Buku Mengenal Sistem Hutan Berawa Buatan (Swampy Forest) Seri Rancangan Implementasi Pada Lahan Pascatambang ini ditujukan bagi akademisi, mahasiswa, praktisi pertambangan, pemerintah, serta pemerhati lingkungan maupun masyarakat luas, dalam mengambil langkah-langkah nyata untuk menjaga lingkungan. Daftar ISI KATA PENGANTAR - vi KATA PENGANTAR PENERBIT - vii DAFTAR ISI - viii DAFTAR GAMBAR - xi DAFTAR TABEL - xv BAB I PENGELOLAAN LAHAN BASAH DAN PASCATAMBANG - 1 1.1. Sekilas Kegiatan Pertambangan Terbuka - 2 1.2. Definisi Hutan Berawa Buatan (Swampy Forest) - 11 1.3. Sejarah Singkat dan Penerapan Hutan Berawa Buatan - 15 1.4. Potensi Hutan Berawa Buatan (Swampy Forest) & Lahan Reklamasi Pascatambang - 17 BAB II PERKEMBANGAN HUTAN BERAWA DAN PASCATAMBANG - 19 2.1. Sekilas Perkembangan Hutan Berawa - 19 2.2. Reklamasi Pascatambang - 24 BAB III SWAMPY FOREST: PENGEMBANGAN PASSIVE TREATMENT AIR ASAM TAMBANG - 29 3.1. Anoxic Limestone Drain (ALD) - 30 3.2. Open Limestone Drain (OLD) - 30 3.3. Reducing Alkalinity Producing System (RAPS) - 32 3.4. Lahan Basah Buatan (Constructed Wetland) - 33 3.5. Pengembangan Passive Treatment dengan Hutan Berawa Buatan (Swampy Forest) - 37 3.6. Perancangan Tahap Ke-1 (Pemilihan Bahan) - 40 3.6.1. ... (TB) - 48 3.6.2. Perancangan Pemilihan Jenis Pohon (3C) - 52 3.7. Perancangan Tahap Kedua (3A-AWC) - 56 3.8. Perancangan Tahap Ketiga (Pilot Project) - 58 3.9. Konstruksi Hutan Berawa Buatan (Swampy Forest) - 60 3.9.1. Saluran Terbuka - 61 3.9.2. Kolam Sedimen (Pengendap Lumpur) - 62 3.9.3. Kolam Pengolahan - 63 BAB IV BAGAIMANA HUTAN BERAWA BUATAN (SWAMPY FOREST) MENGOLAH AIR ASAM TAMBANG - 70 4.1. Permasalahan AAT: pH Rendah dan Logam Berat - 71 4.2. Merekayasa Kecerdasan Alam atasi AAT - 71 4.3. Mitigasi Remediasi Menuju Restorasi Ekosistem - 72 4.4. Rekayasa Memanfaatkan Proses Oksidasi Menjadi Reduksi - 74 4.5. Optimalisasi Vegetasi untuk Melampaui Valuasi Tutupan Lahan - 77 4.6. Transformasi Deviasi Komprehensif menuju Kepatuhan - 85 BAB V KETERKAITAN MEDIA DENGAN SISTEM HUTAN BERAWA BUATAN (SWAMPY FOREST) - 88 5.1. Ketepatan dalam Pemilihan Bahan Organik dan Vegetasi - 88 5.2. Rekayasa Fungsional Komposisi Vegetasi - 89 5.3. Sinergi Bahan Organik dan Vegetasi - 91 5.4. Potensi Vegetasi Introduksi sebagai Akselerator - 93 5.4.1. Rumput Typha (Typha angustifolia) - 93 5.4.2. Rumput Vetiver (Chrysopogon zizanioides) - 94 5.5. Karakteristik Vegetasi Lokal Lahan Basah - 97 5.5.1. Rumput Purun (Eleocharis dulcis) - 97 5.5.2. Rumput Teki Bambu (Cyperus sp.) - 98 5.5.3. Pohon Galam (Melaleuca leucadendron) - 98 5.5.4. Pohon Bangkal (Nauclea orientalis) - 99 5.6. Potensi Kombinasi Bahan Organik dan Vegetasi Pilihan - 100 BAB VI PEMILIHAN SISTEM HUTAN BERAWA BUATAN (SWAMPY FOREST) DALAM PENGOLAHAN AIR ASAM TAMBANG, APAKAH EFEKTIF? - 103 6.1. Mewariskan Ekosistem Hijau dan Berkelanjutan - 103 6.2. Penguatan Peran Media dalam Mekanisme Rekayasa - 104 6.3. Perbandingan Logika Biaya dan Kepatuhan Regulasi - 105 6.4. Tata Kelola Menuju Masa Depan dan Wawasan Hijau yang Bertanggung Jawab - 107 REFERENSI - 110 LAMPIRAN - 115 PROFIL PENULIS - 163
No other version available