Text
Metode Analisis Volumetri : Teori, Soal Dan Pembahasannya
Buku sains teknologi ini berisikan tentang metode analisis kuantitatif kimia yang penentuan konsentrasi suatu larutan zat didasarkan pada volume zat lain yang dapat bereaksi secara kuantitatif dan sudah diketahui konsentrasinya. Selain menjelaskan tentang teori dari beberapa metode titrasi, di dalam buku ini juga dipaparkan sejumlah contoh soal dan pembahasannya agar lebih mudah untuk dipahami. Pembahasan buku ini dimulai dengan Titrasi Netralisasi. Metode Titrasi Netralisasi digunakan untuk melakukan analisis kuantitatif terhadap zat-zat yang bersifat asam atau basa, di mana pada prosesnya terjadi reaksi netralisasi. Metode ini disebut juga dengan Titrasi Asam Basa, yang terdiri dari Titrasi Asidimetri dan Titrasi Alkalimetri. Zat yang bersifat asam dititrasi menggunakan larutan basa yang telah diketahui konsentrasinya, atau zat yang bersifat basa dititrasi menggunakan larutan asam yang sudah diketahui konsentrasinya. Proses titrasi netralisasi melibatkan reaksi antara asam dan basa, yaitu asam kuat dengan basa kuat, asam kuat dengan basa lemah, asam lemah dengan basa kuat, dan asam lemah dengan basa lemah, ataupun sebaliknya. Daftar Isi KATA PENGANTAR - v DAFTAR ISI - vi I. TITRASI NETRALISASI - 1 1.1. Larutan Standar dan Indikator untuk Titrasi Netralisasi - 1 1.1.1. Larutan Standar - 1 1.1.2. Indikator - 4 1.1.3. Kesalahan Titrasi - 9 1.2. Larutan Bufer - 10 1.2.1. Perhitungan pH Larutan Bufer - 10 1.2.2. Sifat Larutan Bufer - 12 1.2.3. Larutan Bufer Menyangkut Asam-Asam Poliprotik - 12 1.3. Kurva Titrasi Sederhana - 13 1.3.1. Kurva Titrasi untuk Asam Kuat dan Basa Kuat - 13 1.3.2. Kurva Titrasi untuk Asam Lemah dan Basa Kuat - 16 1.3.3. Kurva Titrasi untuk Basa Lemah dengan Asam Kuat - 20 1.3.4. Kurva Titrasi untuk Basa Lemah dengan Asam Lemah - 23 1.4. Soal-Soal dan Pembahasan - 24 II. TITRASI UNTUK SISTEM ASAM/BASA YANG KOMPLEKS - 41 2.1. Kurva Titrasi untuk Sistem Asam Basa yang Kompleks - 41 2.1.1. Kurva Titrasi Campuran - 41 2.1.2. Titrasi Zat dengan Dua Gugus Asam - 45 2.1.3. Titrasi Zat dengan Dua Gugus Basa - 51 2.1.4. Titrasi untuk Garam yang Amfoter - 53 2.2. Komposisi Asam Polibasa sebagai Fungsi pH - 55 2.3. Soal-Soal dan Pembahasan - 57 III. APLIKASI TITRASI NETRALISASI - 81 3.1. Soal-Soal dan Pembahasan - 81 IV. TITRASI REDUKSI OKSIDASI - 98 5.1. Indikator Titrasi Redoks - 98 5.2. Metode Permanganometri - 103 5.3. Metode Serium - 107 5.4. Metode Bromatometri/Bromometri - 108 5.5. Metode Kalium Dikromat - 109 5.6. Metode Iodimetri/Iodometri - 110 5.6.1. Indikator yang Digunakan pada Metode Iodimetri - 113 5.6.2. Pembuatan Larutan Standar Iodimetri - 115 5.6.3. Standarisasi Larutan Standar Sekunder Iodimetri - 116 5.6.4. Sumber-Sumber Kesalahan dalam Titrasi Iodimetri - 120 5.7. Soal-Soal dan Pembahasan - 122 V. TITRASI ARGENTOMETRI - 135 6.1. Kurva Titrasi Argentometri - 135 6.2. Titrasi Mohr - 141 6.3. Titrasi Volhard - 145 6.4. Titrasi Fayans - 149 6.5. Soal dan Pembahasan - 153 VI. TITRASI KOMPLEKSOMETRI - 158 7.1. Titrasi Sianida dengan Ion Perak (Metode LIEBIG) - 158 7.2. Titrasi Ion Klorida dengan Ion Merkuri - 160 7.3. Titrasi dengan EDTA (Titrasi Kelatometri) - 161 7.4. Indikator Logam - 166 7.5. Berbagai Cara Titrasi EDTA - 168 7.5.1. Titrasi Langsung - 169 7.5.2. Titrasi Substitusi - 169 7.5.3. Titrasi Kembali - 170 7.5.4. Titrasi Tidak Langsung - 170 7.6. Penentuan Kesadahan Air - 170 7.7. Soal dan Pembahasan - 171 DAFTAR PUSTAKA - 179 TENTANG PENULIS - 180
No other version available