Text
Produksi Benih Ikan Patin (Pangasianodon hypophthalmus) dengan Penambahan Sumber Karbon Berbeda pada Sistem Budidaya Berbasis Bioflok
Buku Produksi Benih Ikan Patin (Pangasianodon hypophthalmus) dengan Penambahan Sumber Karbon Berbeda pada Sistem Budidaya Berbasis Bioflok Sistem budidaya intensif menurunkan kualitas air melalui peningkatan produk sisa metabolisme seperti nitrogen organik. Penerapan teknologi bioflok adalah solusi alternatif untuk menghindari dampak lingkungan dari pembuangan nutrisi tinggi dalam sistem produksi akuakultur. Dalam teknologi disebutkan, tingkat nitrogen dikontrol dengan mendorong pertumbuhan bakteri menggunakan sumber karbon eksternal (karbohidrat). Nitrogen diserap oleh bakteri dapat disintesis menjadi protein mikroba dan merupakan sumber pakan tambahan untuk ikan budidaya. Sumber karbon organik sangat mempengaruhi pertumbuhan dan pembentukan flok. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh dari teknologi bioflok menggunakan sumber karbon yang berbeda pada kinerja produksi benih ikan patin (Pangasianodon hypophthalmus). Buku ini membahas tentang penambahan sumber karbon molase terbukti dapat meningkatkan tingkat kelangsungan hidup, pertumbuhan panjang baku, keseragaman, dan menurunkan rasio konversi pakan ikan patin yang dipelihara pada media budidaya berbasis bioflok \\r\\nDAFTAR ISI\\r\\n\\r\\nKATA PENGANTAR V\\r\\n\\r\\nDAFTAR ISI VII\\r\\n\\r\\nDAFTAR GAMBAR IX\\r\\n\\r\\nDAFTAR TABEL\\r\\n\\r\\nBAB I\\r\\nPROLOG: MENIMBANG PROSES PRODUKSI BENIH IKAN PATIN PADA SISTEM BUDIDAYA BERBASIS BIOFLOK 1\\r\\n\\r\\nA. Proses Produksi Benih Ikan Patin pada Sistem Budidaya Berbasis Bioflok 1\\r\\n\\r\\nB. Persepsi yang Muncul sebagai Pengantar 6\\r\\n\\r\\nBAB II\\r\\nKELAYAKAN PARAMETER KUALITAS AIR PADA BUDIDAYA 8\\r\\n\\r\\nA. Kualitas Air 8\\r\\n\\r\\nB. Parameter Kualitas Air 9\\r\\n\\r\\nC. Alat Ukur Kualitas Air 22\\r\\n\\r\\nBAB III\\r\\nPROSEDUR UJI DAN PARAMETER PENGAMATAN 32\\r\\n\\r\\nA. Persiapan Wadah 32\\r\\n\\r\\nB. Pemeliharaan Ikan 32\\r\\n\\r\\nC. Parameter Pengamatan 34\\r\\n\\r\\n2. Pertumbuhan Panjang Baku 34\\r\\n\\r\\n3. Koefisien Keragaman 35\\r\\n\\r\\n4. Laju Pertumbuhan Harian 35\\r\\n\\r\\n5. Rasio Konversi Pakan 36\\r\\n\\r\\n6. Retensi Protein 36\\r\\n\\r\\n7. Retensi Lemak 36\\r\\n\\r\\n8. Nutrien Bioflok 37\\r\\n\\r\\n9. Kualitas Air 37\\r\\n\\r\\n10. Populasi Bakteri 37\\r\\n\\r\\n11. Profil Flok 38\\r\\n\\r\\n12. Volume Flok 38\\r\\n\\r\\n13. Total Suspended Solids (TSS)\\r\\n\\r\\n14. Volatile Suspended Solids (VSS) 39\\r\\n\\r\\nBAB IV\\r\\nHASIL DAN BAHASAN PENAMBAHAN SUMBER KARBON YANG BERBEDA DALAM BUDIDAYA BENIH IKAN PATIN BERBASIS BIOFLOK 40\\r\\n\\r\\nBAB V\\r\\nEPILOG: EFEKTIVITAS PENAMBAHAN SUMBER KARBON MOLASE PADA SISTEM BUDIDAYA BENIH IKAN PATIN BERBASIS BIOFLOK\\r\\n\\r\\nDAFTAR PUSTAKA 61\\r\\n\\r\\nLAMPIRAN 70\\r\\n\\r\\nPROFIL PENULIS 90
No other version available