Text
Hatchery Skala Rumah Tangga (HSRT) Tiram Mutiara Pinctada Maxima
Buku Hatchery Skala Rumah Tangga (HSRT) Tiram Mutiara Pinctada Maxima\\r\\n\\r\\nBuku Perikanan dan Kelautan berjudul Buku Hatchery Skala Rumah Tangga (HSRT) Tiram Mutiara Pinctada Maxima merupakan karya Tjahjo Winanto. Budidaya mutiara telah menjadi industri yang penting, tetapi masih menghadapi beberapa tantangan. Meskipun teknologi telah memungkinkan produksi mutiara dalam skala besar, ketergantungan pada penangkapan tiram dari alam masih tinggi. Hal ini menyebabkan penurunan populasi tiram di alam dan peningkatan biaya produksi. Untuk mengatasi masalah ini, upaya pembenihan tiram di laboratorium (hatchery) menjadi sangat penting. Namun, pengembangan teknologi pembenihan tiram di Indonesia masih terbatas dan sering kali bergantung pada tenaga ahli asing.\\r\\nPembenihan tiram mutiara merupakan proses yang kompleks dan membutuhkan pengetahuan serta teknologi yang spesifik. Beberapa kendala utama dalam pembenihan tiram adalah ketersediaan pakan alami yang sesuai untuk larva, serta tingginya tingkat kematian larva dan spat. Meskipun demikian, beberapa lembaga di Indonesia telah berhasil mengembangkan teknologi pembenihan tiram, tetapi masih perlu dilakukan upaya lebih lanjut untuk meningkatkan efisiensi dan skala produksi. Buku ini memberikan informasi yang komprehensif tentang berbagai aspek pembenihan tiram, mulai dari biologi tiram hingga peluang usaha, dengan tujuan untuk mendukung pengembangan industri budidaya mutiara yang berkelanjutan di Indonesia.\\r\\nKATA PENGANTAR PENERBIT\\r\\n\\r\\nDAFTAR ISI\\r\\n\\r\\nDAFTAR GAMBAR\\r\\n\\r\\nDAFTAR TABEL 17\\r\\n\\r\\nINTRODUKSI: KERANG MUTIARA DAN BUDIDAYANYA 1\\r\\n\\r\\nBIOLOGI 3\\r\\n\\r\\n1. Jenis Tiram Mutiara 3\\r\\n2. Siklus Hidup dan Reproduksi 5\\r\\n\\r\\nPEMILIHAN LOKASI 10\\r\\n\\r\\n1. Faktor Risiko 10\\r\\n2. Faktor Kemudahan 11\\r\\n3. Faktor Ekologi 12\\r\\n\\r\\nSARANA PEMBENIHAN 18\\r\\n\\r\\n1. Bangunan 18\\r\\n2. Suplai Air Laut 19\\r\\n3. Pengudaraan (Aerasi) 20\\r\\n4. Ruang Aklimatisasi 20\\r\\n5. Bak Induk 20\\r\\n6. Bak Pemijahan 21\\r\\n7. Bak Pemeliharaan Larva dan Spat 21\\r\\n8. Bak Penjarangan dan Penempelan Spat 21\\r\\n9. Rakit Pemeliharaan Induk 22\\r\\n10. Keranjang Pemeliharaan 23\\r\\n11. Spat Kolektor 24\\r\\n12. Tempat Kultur Pakan Hidup 25\\r\\n13. Sarana Pembenihan Lain 26\\r\\n\\r\\nKULTUR PAKAN HIDUP 28\\r\\n\\r\\n1. Kultur Murni 29\\r\\n2. Kultur Semi Massal dan Massal 29\\r\\n\\r\\nTEKNIK PRODUKSI SPAT 31\\r\\n\\r\\n1. Pengelolaan Induk 33\\r\\n2. Seleksi Induk 35\\r\\n3. Pemijahan 36\\r\\n4. Pemeliharaan Larva 42\\r\\n5. Pemeliharaan Spat 48\\r\\n\\r\\nPENDEDERAN 51\\r\\n\\r\\n1. Cara Pengangkutan 52\\r\\n2. Perawatan Spat 54\\r\\n\\r\\nPEMBESARAN 56\\r\\n\\r\\nPANEN DAN PASCA PANEN 58\\r\\n\\r\\n1. Pemanenan Spat di Laboratorium 58\\r\\n2. Pendederan 59\\r\\n\\r\\nPROSPEK USAHA 60\\r\\n\\r\\nSKENARIO USAHA 62\\r\\n\\r\\n1. Investasi 62\\r\\n2. Biaya Produksi 63\\r\\n3. Pendapatan 64\\r\\n\\r\\nDAFTAR PUSTAKA 65\\r\\n\\r\\nLAMPIRAN 69\\r\\n\\r\\nINDEX 73\\r\\n\\r\\nGLOSARY 75\\r\\n\\r\\nBIOGRAFI PENULIS 82
No other version available