Text
Pemanfaatan Daun Durian sebagai Bahan Anestesi Alami pada Proses Transportasi Ikan
Buku Pemanfaatan Daun Durian sebagai Bahan Anestesi Alami pada Proses Transportasi Ikan\\r\\nIkan patin (Pangasius sp.) dan ikan lele (Clarias gariepinus) merupakan komoditas perikanan air tawar unggulan di Indonesia. Kedua ikan ini banyak disukai masyarakat Indonesia karena bisa didapatkan dengan harga yang terjangkau. Oleh sebab itu, ikan-ikan ini memiliki permintaan pasar yang tinggi. Dengan meningkatnya permintaan pasar terhadap ikan patin dan ikan lele, maka produksi ikan harus ditingkatkan. Peningkatan produksi ikan patin bergantung pada ketersediaan benih, dari segi jumlah; kualitas; dan waktu transportasi yang tepat. Begitupun dengan ikan lele, peningkatan produksinya bergantung pada ketersediaan dan pendistribusian induk ikan lele dari satu daerah ke daerah lain. Tanaman durian (Durio zibethinus) merupakan salah satu tanaman yang bagian tubuhnya bisa dimanfaatkan secara keseluruhan dari batang hingga buah nya. Daun durian mengandung senyawa metabolit sekunder seperti saponin, flavonoid dan tannin, yang mana ketiga senyawa tersebut bisa digunakan sebagai bahan anestesi alami. Pada tulisan ini, penulis memanfaatkan daun durian sebagai anestesi alami untuk pembiusan ikan patin dan ikan lele selama perjalanan pengangkutan. Buku ini menyajikan bahasan lengkap terkait pengaruh pemberian infusum daun durian kepada kedua ikan dengan dosis yang berbeda-beda serta membandingkan efek penggunaan bahan anestesi alami dengan anestesi kimia pada tulisan-tulisan terdahulu. Buku ini diharapkan bisa bermanfaat bagi para akademisi, masyarakat serta petani ikan lele dan ikan patin mengenai efektivitas infusum daun durian sebagai bahan anestesi alami untuk ikan selama proses transportasi.\\r\\n\\r\\nDAFTAR ISI\\r\\n\\r\\nDAFTAR TABEL\\r\\n\\r\\nDAFTAR GAMBAR\\r\\n\\r\\nBAB I\\r\\nPROLOG: MENGENAL KOMODITAS IKAN PATIN DAN LELE 1\\r\\n\\r\\nA. Ikan Patin\\r\\n\\r\\nB. Ikan Lele 3\\r\\n\\r\\nC. Arah Haluan Penulisan 6\\r\\n\\r\\nBAB II\\r\\nINFUSUM, ANESTESI IKAN, DAN TRANSPORTASI IKAN 7\\r\\n\\r\\nA. Karakteristik Ikan Patin (Pangasius sp.) 7\\r\\n\\r\\nB. Karakteristik Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) 9\\r\\n\\r\\nC. Karakteristik Durian (Durio zibethinus) 10\\r\\n\\r\\nD. Senyawa Metabolit pada Daun Durian 11\\r\\n\\r\\nE. Anestesi 14\\r\\n\\r\\nF. Anestesi Ikan 15\\r\\n\\r\\nG. Infusum 19\\r\\n\\r\\nH. Transportasi Ikan 20\\r\\n\\r\\nBAB III\\r\\nBAGAIMANA MENGETAHUI EFEKTIVITAS INFUSUM DAUN DURIAN PADA PROSES TRANSPORTASI BENIH IKAN? 22\\r\\n\\r\\nA. Skema Penindaklanjutan 23\\r\\n\\r\\nB. Aspek Pokok Amatan 24\\r\\n\\r\\nC. Tahapan Penindaklanjutan 25\\r\\n\\r\\nD. Skenario Penguraian 33\\r\\n\\r\\nB. Perolehan Pengukuran Waktu Induktif, Waktu Sedatif, dan Tingkat Kelangsungan Hidup Ikan 36\\r\\n\\r\\nC. Pengarah Pemberian Infusum Daun Durian saat Proses Transportasi Ikan 48\\r\\n\\r\\nBAB IV\\r\\n\\r\\nBAB V\\r\\nEPILOG: SEKILAS CATATAN 67\\r\\n\\r\\nA. Konklusi 67\\r\\n\\r\\nB. Gagasan Usul 68\\r\\n\\r\\nDAFTAR PUSTAKA 69\\r\\n\\r\\nPROFIL PENULIS 82
No other version available